Adakah yang tidak menginginkan kesuksesan? Tentunya ingin sekali menjadi orang yang sukses. Namun
untuk mencapai kesuksesan tersebut tidaklah mudah, semua butuh proses yang
harus dijalani dengan kesabaran. Tanpa adanya kesabaran tersebut, mungkin saja
kesuksesan yang inginkan tidak tercapai.
Kesabaran adalah kata yang indah dan mudah diucapkan, tapi
ternyata tidak banyak orang yang mampu melakukannya. Derajat kesabaran ini membedakan
hidup orang sukses dengan orang gagal dalam aktivitas di hidupnya. Termasuk di
dalamnya berlaku juga pada dunia kerja di mana pun. Pantas saja seorang bijak
pernah mengatakan, Orang sukses adalah orang yang terus mencoba, meskipun telah
mengalami banyak kegagalan. Ia memandang kehidupan sebagai peluang untuk
mencapai kesuksesan.
Kesuksesan juga merupakan sebuah hadiah atau hasil dari upaya
yang dilakukan secara konsisten yang dibina melalui kesabaran. Satu pernyataan
indah yang bisa dirangkum dari kesabaran yang diungkapkan oleh Arvan
Pradiansyah dalam bukunya The 7 Laws of Happiness yang menyatakan “Sabar adalah
kunci segala-galanya. Sabar adalah kunci kesuksesan. Sabar adalah kunci
kebahagiaan. Sabar adalah inti dan esensi menikmati hidup ini.”
Islam menginginkan kesuksesan dunia akhirat, juga kesuksesan
yang dicapai tidak saja untuk meraih hal-hal yang bersifat materi saja, tapi
juga yang non materi. Seorang muslim melakukan kesabaran selalu demi mencapai
keridhoan-Nya dan demi tujuan dunia akhirat. Allah berfirman dalam ayat-Nya:
“Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan
kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga dan bertakwalah kepada Allah
supaya kamu sukses” (Q.S Ali Imran:200)
Kesabaran memang sudah menjadi tabiat seorang mukmin sejati.
Rasulullah SAW pernah bersabda :
“Sangat mengagumkan kondisi orang mukmin, sebab segala
keadaannya untuk dia sangat baik dan tidak mungkin terjadi yang demikian
kecuali bagi seorang mukmin:jika mendapat nikmat ia bersyukur, maka syukurnya
itu lebih baik baginya dan jikalau menderita kesusahan ia bersabar dan sabar
itu lebih baik baginya”. (H.R Muslim)
Berhenti bukanlah jawaban dari semua usaha yang dilakukan.
Yang dibutuhkan adalah pemahaman baru yang akan membantu menjalani proses pencapaian kesuksesan.
Apa yang menyebabkan seseorang tidak bisa mencapai apa yang
mereka inginkan meskipun telah melakukan upaya yang dibutuhkan untuk sukses?
Satu hal yang pasti adalah sikap tergesa-gesa atau
ketidaksabaran yang mereka tidak sadari. Mereka terlalu berharap untuk melihat
hasil nyata dari usaha mereka. Mereka tidak tahu bahwa segala sesuatunya
membutuhkan proses.
Dimuat di media online http://www.seputardepok.com/sabar-untuk-meraih-kesuksesan/

Tidak ada komentar:
Posting Komentar