Jumat, 18 Desember 2020

Keyakinan, Buah Ikhtiar Panjang


Impian, cinta, dan kehidupan itu semua sederhana namun luar biasa. Tentu juga setiap diri manusia mempunyai rasa itu semua. Rasa yakin memiliki peranan penting dalam beragama dan menjalani kehidupan. Seberapa besar keyakinan kita menentukan seberapa besar ketaatan kepada Allah dan bagaimana kita menjalani hidup. Orang yang tak meyakini akhirat terkadang bisa bosan dengan hidup karena merasa apa yang dijalani akan lenyap tak berbekas.

Orang-orang yang memiliki dan menghiasi dirinya dengan keyakinan maka dia akan percaya dengan hal itu. Bahwa ketika dia berbuat baik, melakukan amal shalih maka Allah akan menjadi pembimbing dan penolongnya. Walau terkadang apa yang kita lakukan tak sesuai dengan apa yang diinginkan namun tetap kita harus yakin bahwa semuanya hanya Allah yang memiliki dan mengatur.

Segala apa yang telah kita lakukan, baik untuk diri sendiri maupun orang lain juga termasuk keyakinan atau ikhtiar kita karena kita hanya bisa melakukan apa yang bisa kita kerjakan dan selebihnya hanya Allah yang menilai. Yakin lah setiap perbuatan atau ikhtiar yang kita lakukan akan berbuah manis sesuai dengan kodratnya.

Jangan biarkan diri kita terjebak dalam kebiasaan yang merugikan hidup kita. Jangan membandingkan diri kita dengan orang lain. Jangan ingin menjadi seperti orang lain. Jadilah diri sendiri. Jadilah diri yang kita inginkan. Musuh terbesar diri adalah kita sendiri, bukan orang lain. Berlatihlah setiap hari untuk penguatan pikiran positif. Pikiran positif yang tangguh dan kuat mampu menjadikan kita tangguh dan andal dalam mewujudkan mimpi.

Ketika keyakinan ini semakin hari semakin kuat dan semakin baik, akan menjadi hiasan diri kita maka tentunya akan ada buah dan hasil yang akan kita petik ketika kita membaguskan keyakinan kita kepada Allah SWT.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar