Pernahkan kita berpikir, kenapa
tanah air disebut ibu pertiwi bukan bapak pertiwi? Pusat pemerintahan disebut
Ibu kota bukan bapak kota? Leluhur disebut nenek moyang bukan bapak moyang?
Jari yang ukurannya paling besar disebut ibu jari? Beberapa frasa tersebut
menunjukkan betapa mulianya perempuan.
Perempuan tercipta dari tulang
rusuk lelaki, kiasan yang terkenal di telinga masyarakat kita. Kiasan ini kerap
dimaksudkan bahwa perempuan adalah ‘bagian yang hilang’ dari seorang lelaki.
“Diriwayatkan dari Abu Hurairah
radliallahu 'anhu bahwa Rasulullah bersabda: "Berwasiatlah (dalam
kebaikan) pada wanita, karena wanita diciptakan dari tulang rusuk, dan yang
paling bengkok dari tulang rusuk adalah pangkalnya. Jika kamu coba meluruskan
tulang rusuk yang bengkok itu, maka dia bisa patah. Namun bila kamu biarkan
maka dia akan tetap bengkok. Untuk itu nasehatilah para wanita". (HR.
Bukhari dan Muslim)
Rangka tulang rusuk itu telah
direka khas oleh Allah SWT untuk melindungi dan menjaga jantung dan
struktur-struktur disekitarnya. Tulang rusuk yang melekungkung dan bengkok
telah dibentuk untuk fungsinya yang menyembunyikan. Dan seperti tulang rusuk
yang melindungi jantung, wanita juga diciptakan untuk melindungi dan menjaga
manusia.
Islam menyeru manusia agar memuliakan
perempuan dengan penghormatan dan pemuliaan khusus ketika dia menjadi seorang
ibu. Pemuliaan dan penghormatan itu dengan cara berbakti kepadanya, berbuat
baik kepadanya, mendo’akannya, dan menghindari segala hal yang bisa
menyakitinya serta bergaul dengan cara yang lebih dibandingkan cara kita bergaul
dengan teman atau sahabat.
Perempuan juga merupakan sumber
kehidupan, yang mempertaruhkan hidupnya untuk sebuah kehidupan baru, yang dari
dadanya dialirkan air susu yang menghidupkan. Sehingga semua pengorbanannya itu
layak menempatkannya pada kemuliaan surga, juga keagungan penghormatan. Tidak
berlebihan pula jika Rasulullah menjadi seorang wanita (Fathimah) sebagai orang
pertama yang kelak mendampinginya di surga.
Perempuan yang cantik pula bukanlah
dari pakaian yang dikenakannya, sosok tubuh yang ia tampilkan, atau bagaimana
ia menyisir rambutnya. Kecantikan seorang perempuan harus dilihat dari mataya karena itulah pintu
hatinya, tempat dimana cinta itu ada.
Begitu hebatnya Tuhan menciptakan
perempuan. Dia ada untuk melengkapi yang tak ada di dalam pria seperti perasaan,
emosi, kelemahlembutan, keluwesan, keindahan, kecantikan, rahim untuk
melahirkan, mengurusi hal-hal yang kadang dianggap sepele.
Teladanilah para perempuan mulia
yang mendapat jaminan masuk surga dan kehadirannya dirindukan oleh surga.
Perempuan-perempuan mulia yang telah menebarkan keharuman dan mewarnai dunia
dengan keindahan imannya. Karena seburuk-buruk lelaki pasti memilih perempuan terbaik
untuk dijadikan sebagai istrinya. (Hana NJ)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar