Sabtu, 21 Maret 2020

Kemuliaan Seorang Perempuan




Pernahkan kita berpikir, kenapa tanah air disebut ibu pertiwi bukan bapak pertiwi? Pusat pemerintahan disebut Ibu kota bukan bapak kota? Leluhur disebut nenek moyang bukan bapak moyang? Jari yang ukurannya paling besar disebut ibu jari? Beberapa frasa tersebut menunjukkan betapa mulianya perempuan.

Perempuan tercipta dari tulang rusuk lelaki, kiasan yang terkenal di telinga masyarakat kita. Kiasan ini kerap dimaksudkan bahwa perempuan adalah ‘bagian yang hilang’ dari seorang lelaki.

“Diriwayatkan dari Abu Hurairah radliallahu 'anhu bahwa Rasulullah bersabda: "Berwasiatlah (dalam kebaikan) pada wanita, karena wanita diciptakan dari tulang rusuk, dan yang paling bengkok dari tulang rusuk adalah pangkalnya. Jika kamu coba meluruskan tulang rusuk yang bengkok itu, maka dia bisa patah. Namun bila kamu biarkan maka dia akan tetap bengkok. Untuk itu nasehatilah para wanita". (HR. Bukhari dan Muslim)

Rangka tulang rusuk itu telah direka khas oleh Allah SWT untuk melindungi dan menjaga jantung dan struktur-struktur disekitarnya. Tulang rusuk yang melekungkung dan bengkok telah dibentuk untuk fungsinya yang menyembunyikan. Dan seperti tulang rusuk yang melindungi jantung, wanita juga diciptakan untuk melindungi dan menjaga manusia.

Islam menyeru manusia agar memuliakan perempuan dengan penghormatan dan pemuliaan khusus ketika dia menjadi seorang ibu. Pemuliaan dan penghormatan itu dengan cara berbakti kepadanya, berbuat baik kepadanya, mendo’akannya, dan menghindari segala hal yang bisa menyakitinya serta bergaul dengan cara yang lebih dibandingkan cara kita bergaul dengan teman atau sahabat.

Perempuan juga merupakan sumber kehidupan, yang mempertaruhkan hidupnya untuk sebuah kehidupan baru, yang dari dadanya dialirkan air susu yang menghidupkan. Sehingga semua pengorbanannya itu layak menempatkannya pada kemuliaan surga, juga keagungan penghormatan. Tidak berlebihan pula jika Rasulullah menjadi seorang wanita (Fathimah) sebagai orang pertama yang kelak mendampinginya di surga.

Perempuan yang cantik pula bukanlah dari pakaian yang dikenakannya, sosok tubuh yang ia tampilkan, atau bagaimana ia menyisir rambutnya. Kecantikan seorang perempuan  harus dilihat dari mataya karena itulah pintu hatinya, tempat dimana cinta itu ada.

Begitu hebatnya Tuhan menciptakan perempuan. Dia ada untuk melengkapi yang tak ada di dalam pria seperti perasaan, emosi, kelemahlembutan, keluwesan, keindahan, kecantikan, rahim untuk melahirkan, mengurusi hal-hal yang kadang dianggap sepele.

Teladanilah para perempuan mulia yang mendapat jaminan masuk surga dan kehadirannya dirindukan oleh surga. Perempuan-perempuan mulia yang telah menebarkan keharuman dan mewarnai dunia dengan keindahan imannya. Karena seburuk-buruk lelaki pasti memilih perempuan terbaik untuk dijadikan sebagai istrinya. (Hana NJ)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar