Mata
siapapun pasti akan senang memandang bunga, bahkan tidak cukup disitu,
seringkali hati tergoda untuk mendorong tangan memetik bunga terbaik. Namun, di
balik hadirnya bunga-bunga yang bisa mendatangkan kebahagiaan itu, pernahkah
terpikir apa maksud dari Allah menciptakan bunga?
Secara aqliyah (rasional) bunga bisa kita maknai sebagai cara Allah untuk:
1. Menunjukkan ke-Kuasaan-Nya
2. Memberikan keindahan bagi alam di sekitar kehidupan manusia
3. Menstimulasi rasa kepekaan, karena bunga kerapkali disukai kaum wanita yang memang memiliki kepekaan rasa, cinta kasih dan ketulusan
4. Agar manusia meniru sifat bunga yang kadang tak sekedar indah tapi sekaligus menebarkan keharuman
5. Bunga adalah tempat berlabuh makhluk Allah bernama lebah, kupu-kupu, yang keduanya adalah binatang hebat dengan kronologi dan manfaat yang dihasilkannya
Bunga merupakan simbol indah sebagai hadiah. Kita dapat menjumpai bunga dimana-mana. Baik di lingkungan rumah, di taman, di toko bunga, bahkan di sekolahpun banyak kita temui. Bunga-bunga sangat indah dipandang mata. Banyak orang yang menyukai bunga karena warnanya yang cantik, sehingga membuat orang tertarik melihatnya. Harum baunya, membuat orang yang melihatnya ingin memetiknya. Seringkali kita lihat dalam perayaan acara tertentu, bunga selalu diikutsertakan sebagai penghias dan untuk memeriahkan suasana.
Tetapi, apakah bunga sebuah ikon
keindahan yang sejati?
Ternyata bukan. Seindah-indah bunga
tidak lama akan segera layu setelah dipetik dari tangkainya, atau akan
mengering di tangkainya sendiri. Keindahan bunga memang tidak bertahan lama.
Oleh karena itu, Al-Qur’an menjadikan
bunga sebagai perumpamaan keindahan dunia. Ia memang menggoda namun tidak
bertahan lama.
“Dan janganlah kamu tujukan kedua matamu
kepada apa yang telah Kami berikan kepada golongan-golongan dari mereka,
sebagai bunga kehidupan dunia untuk Kami uji mereka dengannya. Dan karunia
Tuhan kamu adalah lebih baik dan lebih kekal” (QS. Thahaa {20}: 131).
Kata زَهْرَةَ yang berarti bunga ternyata Allah jadikan sebagai perumpamaan
tentang kesenangan kehidupan dunia, yang umat Islam justru jangan berpaling
dari kebenaran (Islam) karena tertarik dengan apa yang digenggam orang-orang
kafir. Sebab bagaimanapun kita anggap itu menarik, di sisi Allah ada yang lebih
bak dan lebih kekal.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar